Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, apa kabar sobat IT semua?
Pada postingan kali ini, kita akan membahas tentang System Restore pada sistem operasi Windows.
System Restore pada sistem operasi Windows adalah sebuah cara yang disediakan oleh Microsoft untuk mengendalikan kondisi sistem operasi Windows seperti sediakala saat komputer dan sistem operasi Windows sedang normal dan stabil tanpa ada masalah sama sekali. Saat pertama kali kita membeli atau menginstal Windows, tentunya sistem operasi Windows tersebut stabil dan bisa bekerja dengan normal tanpa kendala, namun jika ada satu kesalahan selama beberapa waktu penggunaan, seperti komputer terkena virus, update driver yang gagal, update sistem operasi yang gagal atau faktor lain, sistem operasi Windows bisa mengalami masalah, tidak stabil, lag, hang dan bahkan tidak dapat digunakan sama sekali.
Pada saat seperti itulah fitur System Restore dibutuhkan untuk mengembalikan kondisi sistem operasi Windows normal seperti semula, tanpa harus menginstal ulang Windowsnya. Saat menggunakan fitur ini, Windows akan menanyakan kepada pengguna, apakah System Restore yang dilakukan tidak perlu menghapus data pengguna, atau sekalian menghapus data pengguna sehingga kondisi komputer benar-benar kembali seperti baru dan normal tanpa masalah. Tentunya, pilihan ini kembali kepada keinginan pengguna, jika tidak ada data yang penting, maka fitur penghapusan data boleh dilakukan, namun jika ada data-data penting, maka sebaiknya tidak memilih untuk menghapus data.
Tentunya, sebagai pengguna, kita harus mengaktifkan fitur System Restore ini terlebih dahulu dan pastikan sistem operasi Windows sedang dalam keadaan normal tanpa masalah sama sekali. Caranya, buka menu start -> ketikkan System Restore dan tekan enter ->
lalu pilih configure System Restore -> pilih drive harddisk tempat menginstal Windows -> pilih create restore point -> berikan nama restore point ->


EmoticonEmoticon